LIVE NEWSROOM02 Nov 2026 RSS
Berita tajam dalam ritme yang lebih segar.Portal berita BMSatu.com
Jelajahi berita

Temukan kabar yang ingin Anda baca.

Berita terbaru, kanal pilihan, dan informasi penting dalam satu menu.

Kanal berita10 menu

Mundur dari Polri, AKBP Netty Rosdiana Ingin Fokus Bantu Kelompok Rentan dan Penyandang Disabilitas

Mundur dari Polri, AKBP Netty Rosdiana Ingin Fokus Bantu Kelompok Rentan dan Penyandang Disabilitas
AKBP Netty Rosdiana Siagian mundur dari Polri(Tangkapan layar akun Instagram @netty_diana)
 JAKARTA, - AKBP Netty Rosdiana Siagian ingin memperbanyak kegiatan sosial dan akademik setelah mundur dari institusi Polri. “Rencana aku mau ngajar di beberapa kampus, sama ke panti-panti sosial,” kata Netty saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (2/11/2026).

 “Jadi, pengabdian itu bukan cuma bukan cuma di Polri. Bagaimana kebenaran kita langsung kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran kita,” sambung dia. 

Alasan AKBP Netty Mundur dari Polri Mantan Kapolsek Menteng itu mengatakan, dia ingin memberikan dampak lebih nyata kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.

Netty menyoroti kelompok penyandang disabilitas. Dia ingin mengetahui lebih jauh kebutuhan mereka sekaligus mencari tahu solusi yang bisa diberikan. “Contoh nih kayak difabel, bagaimana, apa yang perlu kita bahas nih? Apa yang perlu kita benahi? Apa perlu kita bantu?” kata Netty. Selain kegiatan sosial, Netty juga ingin membagikan ilmunya dengan menjadi pengajar di tingkat universitas. Adapun, Netty merupakan lulusan Universitas Sriwijaya dan telah menyandang gelar doktor dalam program studi Ilmu Hukum.

Dia merasa pengabdian merupakan amanah dari Tuhan. Menurut Netty, pengabdian memiliki cakupan lebih luas daripada tugasnya sebagai anggota Polri. Netty juga tidak ingin menutupi sesuatu yang salah atau membenarkan hal yang keliru. Sebab, menurut dia, ada tatanan di institusi Polri yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Namun, Netty enggan menyampaikan lebih jauh mengenai tatanan yang dimaksud. “Saya gini, kalau ada pekerjaan misalnya tidak sesuai dengan hati nurani saya, saya dipaksa untuk istilahnya meluruskan yang bengkok, membengkokkan yang lurus. Itulah dalam tanda kutip itu tatanan, enggak mau,” tutur dia.

Perjalanan Karier dan Pengabdian di Polri Selama menjadi anggota kepolisian, Netty memiliki sederet prestasi. Pada 2005, dia pernah ditunjuk untuk memimpin Unit Moge (Motor Gede) legendaris "The Road Force Blue" di bawah Ditlantas Polda Metro Jaya. Netty juga menerima penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dan penghargaan polisi humanis Metropolitika pada 2025. Sebelum melepas pangkat dan jabatannya, Netty juga pernah menyandang status Perempuan Inspiratif Nasional dari Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) pada April 2026. 

Dalam perjalanan kariernya, Netty pernah menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa pada 2018 dan Kapolsek Menteng pada 2022.

 Pengalaman tersebut sangat berharga bagi Netty, terutama karena dia harus menjaga kawasan Bundaran HI sesuai dengan peraturan gubernur yang berlaku. “Di mana situ benar-benar pengabdian banget ya, pengabdian dalam artian bahwa HI itu adalah jantungnya Jakarta,” kata dia. Netty mengatakan, salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika dia harus mengawal unjuk rasa yang berlangsung damai. Dengan sederet prestasi dan pengalaman pengabdiannya, Netty mengaku tidak menyesali keputusan untuk mundur dari Polri. Keluarganya juga menanggapi keputusan tersebut dengan baik, selama hal itu masih sejalan dengan hati nuraninya. 

Bagi Netty, penghargaan yang pernah diterimanya merupakan dorongan agar dia terus mengabdikan diri kepada masyarakat.

Penulis : hanifah salsabila

Sumber: Kompas.com